Tradisi Nimpung di Desa Suana

  • 14 Februari 2015
  • Dibaca: 693 Pengunjung
Tradisi Nimpung di Desa Suana

Saling lempar dengan jajan, buah dan beberapa makanan yang telah dihaturkan, pemandangan itu yang nampak di Desa Pekraman Semaya, Desa Suana Kecamatan Nusa Penida pada Rabu, (12/2). Seperti ada perang makanan, suara riuh penuh canda dan tawa mewarnai acara nimpung yang Bertempat di Pura Batu Mas Kuning. Sesekali ada tawar menawar untuk saling lempar satu sama lain.

“Kalau mau lempar aku dengan ayam panggang, nih pilih mana bagian tubuhku yang kamu mau lempar,” ujar salah seorang peserta nimpung ke salah seorang temannya yang lain sembari menantang dengan logat bahasa khas Nusa penida. Warga yang menantang biasanya akan menawar makanan lain sambil bercanda satu sama lainnya. Seluruh peserta yang merupakan warga Pekraman Nusa Penida dengan penuh suka cita berteriak kegirangan melihat ada yang terkena lemparan.

Nimpung kali ini diadakan bertepatan wrespati, Kaulu seminggu setelah pujawali di Pura Batu Mas Kuning Desa Pekramana Semaya. Tradisi unik nimpung yang diadakan Desa Pekraman Semaya, Nusa Penida ini dilaksanakan tiap setahun sekali. Namun demikian harinya tidak tentu antara satu tahun yang lalu dengan sekarang, tidak seperti Piodalan yang harinya ditentukan. Ini dilakukan mengingat nimpung adalah suatu perayaan yang dilakukan masyarakat setempat untuk mensyukuri segala anugerah terhadap hasil pertanian yang dipanen sehingga waktu panen tidak sama antara satu tahun lalu dengan yang sekarang. Dulunya nimpung menggunakan hasil pertanian yang dihaturkan itu yang akan diolah sebagai persembahan untuk selanjutnya dijadikan sarana untuk nimpung saling lempar satu sama lain.
Nimpung berasal dari kata nimpug yang artinya melempar atau menghantam. Tradisi unik ini bila dilestarikan dan dilaksanakan secara rutin bisa menjadi atraksi wisata unik yang akan dilihat oleh para wisatawan yang melancong ke Nusa Penida.

Ketika dikonfirmasi oleh Bendesa setempat I Ketut Suarna Nimpung Di Desa Pekraman Semaya nimpung merupakan upacara bentuk perwujudan pelaksanaan wujud syukur atas keberlimpahan yang sudah diberikan baik berupa pala gantung maupun pala bungkah (red : kebutuhan pokok berupa sandang dan pangan ).

Upacara nimpung Tepat pada  Anggar Kasih Tambir, Buda Kliwon Enyitan  yang diselenggarakan setipa tahun sekali. Upacara nimpung diadakan di sebelah Pura Batu Mas Kuning . Meneruskan budaya adi luhung yang sudah diwariskan nenek moyang secara turun temurun untuk keberlangsungan keseimbangan alam baik bhuana alit dan bhuana agung, “ tuturnya.

Pernyataan Bendesa Pekraman Semaya itu diamini oleh Jero Nyoman Gata nimpung berasal dari kata nimpug ( red : menghantam ) yang berarti menghantam dengan saling lempar makanan. Upacara ini lanjutan  acara “Don Kayu Samah yang bermakna syukur terhadap tumbuh-tumbuhan berbuah dengan baik, “ paparnya.

Ia mengatakanmengatakan upacara nimpung merupakan rasa wujud syukur terhadap penguasa alam Ida Sang Hyang Widi Wasa. “ apa yang sudah diberikan biar dilimpahkan rejeki serta kerahayuan kita bersama baik secara sekala dan niskala.
Melihat unik dan langkanya tradisi nimpung diharapkan Dinas Kebudayaandan Pariwisata Pemerintah Kabupaten Klungkung mengidentifikasi tradisi untuk bisa dilestarikan dan sekaligus dijadikan daya trik wisata Klungkung khususnya Nusa Penida

  • 14 Februari 2015
  • Dibaca: 693 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita